Program action learning atau pembelajaran aktif adalah sebuah konsep pembelajaran yang sering kali diberikan perusahaan untuk para karyawannya. Program ini muncul sebagai alternatif yang tidak hanya memberikan pengetahuan teoritis saja, tapi juga menekankan pada pengalaman praktis yang mampu menginspirasi lahirnya inovasi.

Program ini tidak sekadar rangkaian pelatihan biasa, melainkan pengalaman pembelajaran bersama yang akan mendorong partisipannya untuk merespons dan menangani masalah yang ada di tempat kerja. Dengan menggabungkan teori dengan tindakan secara langsung, program ini akan merangsang kreativitas dan kesiapan dalam menghadapi tantangan yang terus berkembang.

Metode pembelajaran ini adalah langkah taktis yang dapat diterapkan perusahaan dalam mengembangkan keterampilan karyawan sekaligus efisiensi bisnis perusahaan. Agar pemahaman mengenai action learning ini lebih mendalam, maka artikel berikut ini akan mengulas beberapa hal mengenai program ini di lingkungan kerja.

Pengertian Action Learning Program

Pengertian Action Learning Program
Action Learning Metode Pembelajaran yang Menekankan Partisipasi Aktif & Kerja Sama Tim

Pada dasarnya, action learning adalah metode pembelajaran yang menekankan partisipasi aktif, kerja sama tim, dan penyelesaian masalah yang nyata. Pendekatan ini menekankan pengalaman praktis yang akan melatih dan membentuk individu dan tim menjadi pemecah masalah yang terampil dan kreatif.

Program ini merupakan suatu metode pembelajaran yang menitikberatkan langkah konkret atau tindakan yang diambil oleh individu atau kelompok dalam menyelesaikan masalah atau mengatasi tantangan yang spesifik dalam konteks kerja ataupun situasi tertentu.

Kegiatan ini tidak hanya terbatas pada serangkaian pelatihan atau kursus, melainkan juga sebagai upaya untuk menciptakan lingkungan kerja di mana pembelajaran terjadi melalui tindakan nyata. Program ini melibatkan tim yang harus berpartisipasi aktif dalam mengidentifikasi, mengambil langkah, dan mengevaluasi solusi untuk masalah-masalah aktual yang dihadapi dalam lingkungan kerja.

Tujuan Action Learning Program

Tujuan Action Learning Program
Tujuan Action Learning adalah Melatih Kemampuan Pemecahan Masalah dan Memperkuat Kerjasama Tim

Dalam sebuah perusahaan atau organisasi, upaya untuk menangani masalah dan meningkatkan kinerja perlu mengadopsi pendekatan yang tidak biasa seperti action learning program ini. Adapun beberapa tujuan dari program ini, diantaranya meliputi:

1. Melatih Kemampuan Pemecahan Masalah

Program ini bukanlah hanya sekedar teori semata, tetapi juga lebih pada langkah konkret dalam menyelesaikan masalah di dunia nyata. Dengan memberi prioritas pada pemecahan masalah secara langsung, program ini memungkinkan anggota tim untuk terlibat aktif dalam menemukan solusi untuk masalah yang dihadapi perusahaan.

2. Memperkuat Hubungan Tim

Kolaborasi adalah kunci keberhasilan. Oleh karena itu, aktivitas semacam ini tentu tidak hanya membangun tim, tetapi juga akan memperbaiki hubungan yang mungkin telah merosot. Saat tim menanggapi tantangan bersama, kepercayaan dan keterlibatan antar anggota tim akan diperkuat, sehingga akan terbentuk fondasi yang kokoh untuk kerja tim yang efektif.

3. Menciptakan Inovasi

Inovasi tidak bisa dipaksakan, tetapi bisa dipicu. Untuk itu, program action learning ini diharapkan mampu menciptakan lingkungan yang mendukung perkembangan ide dan konsep baru. Dengan menghadapi tantangan yang nyata, tim dan karyawan diberi kesempatan untuk mengeksplorasi solusi inovatif yang tidak hanya memecahkan masalah, tetapi juga membuka jalan untuk perbaikan.

4. Mendorong Pembelajaran Aktif

Pembelajaran yang dialami secara langsung memiliki dampak yang lebih besar, seperti mendorong pembelajaran yang lebih aktif, di mana setiap langkah akan memberikan dampak pada perkembangan individu dan tim. Pembelajaran ini bukan hanya tentang transfer pengetahuan saja, tetapi juga merangsang pemikiran kritis dan solusi kreatif.

5. Meningkatkan Kinerja dan Efisiensi

Kunci keberhasilan perusahaan adalah kinerja dan efisiensinya, dimana 2 aspek ini dapat ditingkatkan melalui program ini. Dengan pelibatan tim dalam pembelajaran aktif dan menerapkan solusi secara langsung, program ini tidak hanya akan berkontribusi pada peningkatan kinerja saja, tetapi juga pada efisiensi proses yang dapat menghemat waktu dan biaya.

Manfaat Action Learning Program

Manfaat Action Learning Program
Action Learning Sangat Bermanfaat Pada Peningkatan Kemampuan Karyawan

Meski sasaran utama dari program ini adalah para karyawannya, namun program ini juga tentunya akan memberikan nilai tambah yang signifikan bagi perusahaan. Dengan mengimplementasikan program ini secara menyeluruh, perusahaan akan merasakan sejumlah keuntungan dan manfaat, antara lain:

1. Peningkatan Kemampuan Karyawan

Pembelajaran secara aktif dapat membantu meningkatkan kemampuan karyawan dengan memberikan pengalaman praktis dalam menyelesaikan masalah dan menghadapi tantangan di lingkungan kerja. Melalui partisipasi aktif dalam memecahkan masalah nyata, karyawan dapat mengembangkan keterampilan praktis dan pengetahuan yang relevan dengan tugas mereka.

2. Inovasi dan Perbaikan Proses

Program action learning akan mendorong karyawan untuk mengembangkan solusi yang inovatif terhadap masalah yang mereka hadapi di tempat kerja. Dengan merangsang pemikiran kritis dan eksperimen dengan ide-ide baru, perusahaan dapat menemukan cara yang lebih efektif untuk menjalankan operasinya.

Selain itu, program ini juga diharapkan mampu untuk memperbaiki proses bisnis yang mungkin kurang efisien dalam sebuah perusahaan. Efisiensi bisnis yang baik tentu akan mengakibatkan penghematan biaya dan peningkatan produktivitas yang baik pula.

3. Peningkatan Kualitas Keputusan

Partisipasi aktif karyawan dalam program ini akan membantu mereka memperoleh pengalaman dalam membuat keputusan yang lebih baik. Dengan melibatkan mereka dalam proses pemecahan masalah yang nyata, karyawan dapat mengembangkan keterampilan dalam menganalisis informasi, mengevaluasi opsi, dan membuat keputusan yang lebih baik.

4. Peningkatan Kerja Tim

Action learning dapat merangsang kerja tim yang efektif dengan mendorong kolaborasi antar anggota tim dalam mengatasi tantangan bersama. Melalui diskusi, refleksi, dan pemecahan masalah yang bersama-sama, anggota tim dapat memperkuat hubungan mereka, membangun kepercayaan, dan meningkatkan produktivitas yang kolektif.

5. Peningkatan Retensi Karyawan

Partisipasi dalam program semacam ini juga dapat meningkatkan tingkat retensi karyawan dengan memberikan pengalaman atau pembelajaran yang bermakna dan pengembangan karir yang berkelanjutan. Pasalnya, karyawan yang merasa dihargai dan didukung untuk berkembang akan cenderung lebih setia terhadap organisasi mereka.

6. Peningkatan Kepemimpinan Internal

Salah satu fokus utama program ini adalah mengembangkan keterampilan kepemimpinan internal dengan memberikan kesempatan untuk memimpin dan memfasilitasi sesi pembelajaran. Hal ini akan membantu membangun bakat kepemimpinan di dalam organisasi dan menciptakan pondasi untuk pertumbuhan karir yang berkelanjutan.

7. Resolusi Masalah yang Lebih Cepat

Dengan berfokus pada pemecahan masalah secara langsung dan berpartisipasi aktif dalam mencari solusi, action learning diyakini dapat membantu perusahaan untuk merespons dan menyelesaikan masalah dengan lebih cepat dan efektif. Hal ini dapat mengurangi waktu yang dibutuhkan untuk mengatasi tantangan yang dihadapi oleh mereka.

8. Peningkatan Budaya Pembelajaran

Upaya pembelajaran aktif juga bisa membantu memperkuat budaya pembelajaran yang berkelanjutan di dalam perusahaan. Budaya ini dapat berupa norma dan nilai-nilai yang mendorong inovasi, refleksi, dan eksperimen. Dengan hal ini, perusahaan dapat menciptakan lingkungan yang mendukung pertumbuhan dan perkembangan.

9. Penghematan Biaya

Dengan memungkinkan karyawan untuk mengatasi masalah dan meningkatkan proses secara efektif, program ini dapat menghasilkan penghematan biaya bagi organisasi. Hal ini karena program ini dapat mengurangi kegagalan proyek, meningkatkan efisiensi operasional, dan mengoptimalkan penggunaan sumber daya, sehingga dapat meningkatkan efisiensi dan mengurangi biaya yang tidak perlu.

10. Peningkatan Kepuasan Pelanggan

Program pembelajaran aktif karyawan dalam perusahaan juga dapat mendukung pelayanan terbaik bagi pelanggan. Program ini dapat melatih respons yang lebih cepat terhadap kebutuhan pelanggan dan memberikan solusi yang lebih efektif dengan segera. Dengan begitu, perusahaan dapat memperkuat hubungan dan loyalitas mereka dengan pelanggan.

Cara Kerja Action Learning

Cara Kerja Action Learning
Cara Kerja Action Learning dengan Memanfaatkan Keterampilan Individu Serta Kepemimpinan Karyawan

Action learning menjadi lebih efektif ketika dilakukan dalam kelompok kecil, di mana setiap kelompok diberikan satu masalah yang harus diselesaikan. Masalah tersebut memiliki risiko yang tinggi, sehingga memerlukan kehati-hatian dalam menemukan solusinya.

Cara kerja metode pembelajaran ini adalah dengan memanfaatkan keterampilan individu serta kepemimpinan mereka untuk berbagi pemikiran secara terbuka guna menemukan solusi untuk tantangan. Semua anggota tim harus diperlakukan secara merata dan setiap orang memiliki peran yang sama dalam proses penyelesaian masalah.

Sebagai contoh implementasinya, sekelompok karyawan harus dipilih terlebih dahulu untuk berdiskusi dan mencari solusi untuk masalah yang dihadapi atau dikenal sebagai “set”. Tugas awal dari anggota set adalah untuk memilih seorang pemimpin kelompok, yang juga dikenal sebagai fasilitator, untuk bertanggung jawab memastikan kelancaran kerja tim.

1. Persiapan Pertemuan

Fasilitator bertanggung jawab untuk menyiapkan segala persiapan yang diperlukan sebelum pertemuan dimulai, termasuk menyusun agenda, memastikan ketersediaan materi yang relevan, dan menetapkan lokasi dan waktu yang sesuai.

2. Penasihat Kelompok

Fasilitator memainkan peran sebagai penasihat bagi anggota kelompok lainnya dengan memberikan panduan, nasihat, dan arahan yang dibutuhkan selama proses pemecahan masalah.

3. Penjadwalan Rapat

Fasilitator bertugas menata jadwal pertemuan sedemikian rupa sehingga waktu rapat dapat dimanfaatkan secara efisien untuk menyelesaikan tugas yang dihadapi.

4. Pengelolaan Partisipan

Fasilitator menginstruksikan dan mengontrol partisipasi anggota kelompok untuk memastikan bahwa semua anggota terlibat aktif, menghindari pertengkaran, dan meminimalkan pemborosan waktu.

5. Merancang Pertanyaan

Fasilitator selanjutnya akan merancang pertanyaan dengan cermat agar dapat memperoleh informasi yang relevan dan membantu dalam proses pemecahan masalah.

6. Pemberian Kesempatan yang Sama

Fasilitator memastikan bahwa setiap anggota kelompok diberi kesempatan yang sama untuk berpartisipasi dalam diskusi, menyampaikan pandangan mereka secara bebas, dan berkontribusi pada pemecahan masalah.

7. Pencatatan Solusi

Fasilitator mencatat semua solusi yang diusulkan oleh anggota kelompok untuk dianalisis lebih lanjut atau dijadikan referensi dalam proses selanjutnya.

8. Perantara Kelompok

Fasilitator berperan sebagai perantara antara anggota kelompok dan manajemen organisasi, menyampaikan hasil diskusi dan solusi yang dihasilkan kepada pihak terkait.

9. Mendorong Kreativitas

Fasilitator mendorong anggota kelompok untuk mengembangkan ide-ide kreatif, inovatif, dan berpikir di luar kebiasaan dalam upaya mencari solusi yang efektif.

10. Pengembangan Solusi Akhir

Fasilitator bertanggung jawab atas pengembangan solusi akhir berdasarkan hasil diskusi dan pemikiran kelompok serta menyajikan solusi tersebut kepada manajemen perusahaan untuk evaluasi dan implementasi lebih lanjut.

Dalam skema ini, perlu diperhatikan bahwa peran fasilitator harus dapat mengendalikan proses berpikir kreatif anggota kelompok. Oleh karena itu, peran ketua kelompok lebih difokuskan pada aktivitas mengorganisir dan memimpin diskusi kelompok, mulai dari penetapan jadwal pengimplementasian solusi akhir.

Setelah solusi akhir ditemukan, anggota kelompok akan membahasnya dengan karyawan organisasi lainnya dan meminta bantuan jika diperlukan. Adapun kemungkinan terhadap perubahan keputusan oleh anggota luar akan dibahas lebih lanjut dalam pertemuan action learning berikutnya.